27
Feb
09

kegiatan selama tahun 2008

dscn31021

  • 4-6 Januari 2008: Mengadakan West Sumatera Youth Conference on Drugs, HIV and AIDS
  • 27 Januari 2008: Fasilitator Diskusi Narkoba SMP 12 Padang
  • 27 Januari 2008: Fasilitator Pelatihan Konselor bagi anggota SKR SMA 1 Padang
  • 03 Februari 2008: Fasilitator Pelatihan Konselor bagi anggota SKR SMA 1 Padang
  • 21 Februari 2008: Fasilitator Ceramah HIV bagi KSR Unand
  • 01 Maret 2008: Fasilitator Ceramah Sex Education bagi Siswa SMA 10 Padang
  • 04 Maret 2008: Fasilitator Ceramah Kesehatan Reproduksi bagi KSR IAIN Imam Bonjol Padang
  • 11 Maret 2008: Fasilitator Pelatihan KKR PLKB BKKBN
  • 18 Maret 2008: Nara Sumber pada Rapat Kerja Pokja KRR-BKKBN
  • 19 Maret 2008: Fasilitator KRR PLKB 50 kota
  • 19 Maret 2008: Fasilitatori KRR Untuk Orang Tua Yang Memiliki Remaja di Kantor Lurah Alai
  • 27 Maret 2008: Nara Sumber  Orientasi Pengelola PIK-KRR se- Kab. Padang pariaman
  • 28 Maret 2008: Nara Sumber Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Remaja di Kantor Lurah Kec. Pauh
  • Continue reading ‘kegiatan selama tahun 2008’
21
Feb
09

kesetaraan cowok dan cewek

genderWah susah banget ya jadi cewek! Begitu banyak pesan: awas pemerkosaanlah, pelecehan seksual-lah, atau tindak kriminal lain. Belum lagi kalau “salah” pakai baju. Bahkan, karena sering dianggap lemah dan mesti dilindungi, sering kali cewek hanya “pantas” dijadikan “korban”. Kalau begitu, betapa tidak enaknya menjadi cewek.

Pengalaman ini melekat dan diajarkan secara turun-temurun oleh orangtua kita, masyarakat, serta lembaga pendidikan yang ada dengan sengaja atau tanpa sengaja. Demikian sistematis dan lamanya pola pengajaran perilaku (peran) ini sehingga membuat kita berpikir bahwa memang demikianlah adanya Continue reading ‘kesetaraan cowok dan cewek’

17
Feb
09

LET’S SEX PARTY DAY?

sex-matters-logo-rescanned1

SEKS! Saya sudah lupa kapan, dimana, dan siapakah yang pertama kali memperkenalkan kata ini pada saya. Yang pasti, dari kecil saya sering tidak nyaman untuk memakai dan mendengar kata ‘seks’. Pun pada saat baru beranjak remaja ‘seks’ hanya menjadi istilah yang sering saya jadikan olok-olok diantara teman sebaya saat kami bergurau tentang hubungan intim orang dewasa. Kata ini, singkatnya, kami pahami sebagai kata yang kotor, ‘nakal’, tabu, tidak pantas dan bahkan awas! jika sembarang ucap.

Namun suatu hari pada saat mengisi sebuah blanko berbahasa Inggris yang menanyakan name, kemudian sex, saya agak sedikit mengernyikan dahi, sebelum akhirnya sadar bahwa sex yang dimaksud disana adalah jenis kelamin. Inilah yang mendorong saya untuk mencari tahu, benda apa sih sebenarnya seks yang diserap dari bahasa Inggris sex? Saya lalu mengulik sebuah kamus online. Compact Oxford Dictionary merekomendasikan sex sebagai sebuah kata benda yang berarti, 1 either of the two main categories (male and female) into which humans and most other living things are divided on the basis of their reproductive functions. 2 the fact of belonging to one of these categories. 3 the group of all members of either sex. 4 sexual activity, specifically sexual intercourse.

Dalam bahasa Indonesia, pengertian pertama, seks adalah salah satu dari dua kategori utama (laki-laki dan perempuan) dimana manusia dan sebagian besar mahluk hidup dibagi berdasarkan fungsi reproduksi mereka. Pengertian kedua menyatakan seks sebagai sebuah kenyataan atas kepemilikan terhadap satu dari kategori – pada pengertian pertama. Pada definisi ketiga, seks berarti kelompok dari semua anggota salah satu seks – seperti pada definisi pertama. Baru pada pengetian terakhir seks diartikan sebagai aktivitas seksual, khususnya hubungan seksual.

Dari empat definisi ini, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa pengertian seks pada definisi satu, dua, dan tiga lebih mengacu pada seks sebagai sebuah identitas diri dan kelompok yang didasarkan atas fungsi reproduksi. Barulah pada pengertian terakhir seks diartikan secara khusus sebagai sebuah aktivitas hubungan kelamin. Kenyataan bahwa seks dalam Continue reading ‘LET’S SEX PARTY DAY?’

11
Feb
09

Berani Bicara Di Depan Umum, Kenapa Tidak!!

coveredmouthTerbayang tidak, betapa tertekannya kita ketika merasakan sesuatu tetapi kita tidak bisa mengungkapkannya? Atau kita punya pendapat, tetapi kita tidak berani bersuara. 

03
Feb
09

Hak Kesehatan Reproduksi Remaja

1Indonesia adalah salah satu negara yang ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) pada tahun 1990 melalui Keputusan Presiden No. 36 tahun 1990. Ratifikasi ini mengisyaratkan bahwa negara Indonesia terikat secara yuridis dan politis atas segala ketentuan yang ada di dalam konvensi tersebut. Selain Konvensi Hak Anak, secara nasionalpun negara Indonesia telah memiliki instrumen hukum yang mengatur ketentuan mengenai pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak. Instrumen hukum tersebut dikenal dengan Undang-Undang No.22 Tahun 2003. Undang-undang inilah yang kemudian menjadi momentum penting bagi seluruh pihak untuk tetap menjalankan komitmen dalam meberikan perlindungan terhadap hak-hak anak di Indonesia.

Continue reading ‘Hak Kesehatan Reproduksi Remaja’

31
Jan
09

Profil CEMARA PKBI Sumbar

cemara-logo2

Remaja sering mendapat sorotan tajam karena kehidupan mereka mempunyai kekhususan-kekhususan dan keunikan. Ini terjadi karena faktor perkembangan dan pertumbuhannya. Nilai-nilai pada masa kanak-kanak telah ditinggalkan, sementara nilai-nilai pada kehidupan orang dewasa belum mapan yang ditandai dengan berbagai goncangan dan ketidaktentuan.

Salah satu hal yang menonjol yang sering ditemukan adalah bahwa masalah remaja merupakan problema masyarakat yang sering menjadi bahan pembicaraan, menjadi sumber berita, serta topik diskusi. Remaja sering menjadi objek kegelisahan, kekecewaan serta pelimpahan emosi orang tua dan masyarakat. Sangat ironis sekali melihat kenyataan bahwa semua tudingan ditujukan kepada kelompok anak yang sedang tumbuh dan mencari identitas diri ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa remaja adalah kelompok masyarakat yang paling sering menjadi objek saja. Jarang sekali masyarakat dapat menerimanya sebagai subjek yang perlu sokongan, memberi bantuan kepada remaja untuk melakukan pilihan-pilihan serta membuat keputusan-keputusan yang tepat untuk dirinya sendiri tanpa paksaan menurut keinginan dan ambisi orang dewasa.

Continue reading ‘Profil CEMARA PKBI Sumbar’