11
Feb
09

Berani Bicara Di Depan Umum, Kenapa Tidak!!

coveredmouthTerbayang tidak, betapa tertekannya kita ketika merasakan sesuatu tetapi kita tidak bisa mengungkapkannya? Atau kita punya pendapat, tetapi kita tidak berani bersuara. 

Bagaimana cara mengatasi ketakutan bicara di depan umum? Kenapa kita harus berani berbicara? Kan pintar berbicara hanya dibutuhkan oleh mereka yang aktif di organisasi. Kita kan hanya orang biasa saja dan tidak berminat ikut organisasi. Apalagi punya cita-cita jadi pembicara atau penyiar radio?  

Mungkin banyak dari kita yang berpikiran begitu. Kita membayangkan bahwa terampil bicara hanya dibutuhkan oleh mereka yang beraktivitas di dunia yang kita anggap harus ”tampil” ke depan. Asal tahu saja, semua yang kita lakukan adalah komunikasi. Tidak percaya?

Ketika merasa lapar lalu kita memegang perut, kita sedang mengomunikasikan bahwa kita lapar. Atau ketika seorang teman ke kantor pakai mobil mewah, ia sedang mengomunikasikan bahwa dia kaya. Jadi, setiap detik kita melakukan komunikasi dan apa pun yang kita lakukan adalah komunikasi. Tidak peduli terjadi dalam tingkat sadar atau tidak sadar, sengaja atau tak sengaja.

Secara sederhana komunikasi adalah proses penyampaian pesan antara pengirim dan penerima pesan. Kita dapat melakukan komunikasi lewat suara (komunikasi verbal) dan lewat simbol atau bahasa tubuh, misalnya ekspresi wajah atau gerakan tubuh (komunikasi nonverbal).

Suara kita adalah penting dan itu merupakan kekuatan. Buktinya, hak menyatakan pendapat (bersuara) dan menyampaikan aspirasi dijamin dan dilindungi negara. Dengan bicara, kita bisa memberi tahu kepada orang lain apa yang kita inginkan, pikirkan, dan rasakan. Kita dapat meminta orang lain untuk menghentikan kekerasan, meminta menghormati hak-hak kita sebagai manusia, menyuarakan perdamaian, memotivasi teman, memengaruhi pembuatan keputusan, dan banyak lagi. Kita dapat melakukan perubahan.

Atasi ketakutan, fokuskan pada keuntungan positif.

Salah satu hal yang bikin kita tidak berani mulai bicara adalah karena ada ketakutan-ketakutan dalam diri kita. 

Menurut Ivy Naistadt dalam bukunya Speak Without Fear: A Total System for Becoming A Natural, Confident Communicator, kita memiliki beberapa ketakutan dalam berbicara di depan umum, antara lain:

1. Takut dikritik atau dinilai (secara negatif)

Ketakutan ini sangat menyiksa. Kita jadi tidak pernah mencoba karena kita merasa bahwa apa pun yang akan kita lakukan tak akan cukup baik. Kadang kita juga takut terlihat ”berbeda” dari kebanyakan orang lain.

2. Takut dipermalukan atau dihina

Kadang kita takut kalau pendapat kita tidak bagus, kita akan mempermalukan diri sendiri. Hal ini juga bisa bersumber dari pengalaman trauma masa lalu. Seorang teman pernah menceritakan mengapa dia takut berbicara di depan umum. ”Saya selalu salah mengucapkan kata tertentu, jadi guru saya memaksa saya berdiri di depan kelas dan mengangkat satu kaki sambil terus mengucapkan kalimat itu berulang-ulang sampai saya bisa…,” katanya.

3. Takut secara emosional

Ini juga bisa berhubungan dengan pengalaman buruk masa lalu. Bisa saja karena kita pernah mencoba bicara di hadapan orang lain, tetapi malah ditertawakan. Akhirnya ini membekas dalam diri kita.

Kita memiliki pilihan-pilihan tentang bagaimana kita akan menangani masa depan kita. Meskipun ketakutan-ketakutan yang ada terasa mendalam, tetapi kita bisa mengubahnya saat ini jika mau. Caranya, dengan memberikan fokus perhatian kita pada keuntungan yang akan didapatkan. Kita dapat mencoba jurus jitu agar berani bicara di hadapan orang lain:

(1) Buka diri: menemukan dan mengakui

Temukan apa yang menjadi hambatan kita dan akui supaya kita bisa menetapkan rencana untuk ”mengatasinya”. Kita bisa mulai berlatih dengan menuliskan sebanyak mungkin kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika kita bicara.

(2) Melepaskan ketakutan

Ini bukan tentang penting atau tidaknya isi pembicaraan kita, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih penting. Tuliskan ketakutan mengenai kemungkinan terburuk yang akan terjadi, lalu baca berulang-ulang. Sesudah itu, tuliskan daftar perubahan yang ingin kita capai. Pahami, bangkitkan, dan rasakan motivasi untuk berubah.

(3) Hapus mitos-mitos

Banyak mitos yang ada di benak kita yang menghambat kita untuk berani bersuara, seperti kegugupan adalah pertanda kelemahan, semua yang kita katakan harus penting, semua berakhir kalau kita melakukan satu kesalahan…. Siapa pun yang akan menjadi pusat perhatian punya kemungkinan untuk ditolak. Jadi, wajar kita merasa gugup! Kegugupan hanyalah tanda kelebihan energi yang harus dipelajari cara menguasai dan mengendalikannya.

(4) Harus ada yang pertama kali

Semua orang yang kita lihat terampil bicara saat ini juga nervous waktu berbicara pertama kalinya. Kita harus mulai, harus ada praktik yang pertama untuk melakukannya. Cobalah, karena kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah belajar.

(5) Terus berlatih

Bulatkan tekad, ”Saya harus berani mencoba! Biar saja, mungkin saya merasa terhina seminggu atau sebulan daripada seumur hidup enggak pernah bisa.” Kita bisa berlatih sendiri di rumah di depan cermin atau bersama teman dan minta teman memberikan masukan. Bicara langsung di hadapan orang lain adalah latihan yang paling ampuh.

(6) Kuasai banyak informasi

Inti dari bicara (komunikasi) adalah menyampaikan pesan atau informasi. Jadi, setiap saat pelajari informasi yang kita butuhkan dalam hidup kita, termasuk informasi-informasi lainnya yang berpengaruh terhadap kita. Punya banyak informasi juga akan membantu kita untuk jadi lebih percaya diri.

Kalau begitu, sudah saatnya kita ”mulai berani” bicara. Suara kita adalah penting. Apa yang kita pikirkan, yang kita rasakan, dan kita inginkan akan bisa diketahui oleh orang lain jika kita bersuara. Dengan bersuara, perubahan yang kita inginkan menjadi lebih mungkin terjadi.

*) HARRY KURNIAWAN, Cemara-PKBI Sumatera Barat ***

About these ads

0 Responses to “Berani Bicara Di Depan Umum, Kenapa Tidak!!”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: